Langsung ke konten utama

Masa Putih Biru

Bismillahhirrohmaninnirrohimm .
Haiiii teman , ini gue AMARILIS CHOIRUN NISA udah pada kenal belumm ?? salah satu membernye anak paski yang gabung di satuan PaSatma atau Paskibra Satwimaba dan salah satu siswi dari 9H anak buahnya Bapak Rony tercinta (guru TIK itu lohhhh) hohoho ... di situ gue yang jadi captain , tau deh ntar tuh kelas mau jadi apa >,<
kawan, disini gue mau cerita sedikit pengalaman liburan kemarin, pinginnya sih ngepost yang lain tapi karena disuruh ngepost tentang liburan ya udah lah gapapa yuahh sekalian bai-bagi cerita =D

Judulnya Berkumpul Sederhana Dengan Banyak Suka Cita
         Berrmula dari hari raya ke2 ku ditahun 2013. Seperti hari raya di tahun - tahun sebelumnya. Ayahku selalu mengajakku untuk pergi kedesa nya mbahku yang udah sepuh-sepuh dari ayahku. namun kali ini ayahku berniat ntuk sekalian pergi ke pantai yang bernama Pasir Panjyang *jenggjengg* katanya nihh pantai itu masih sangat bagus. Yup langsung sebelum menuju kedesa tujuan , ayahku bersama pakdhe ku kumpul dulu dirumah ibunya ayahku di kepanjen. Sekitar pukul 10 lebih kami sudah siap dan memasuki mobil. Waktu itu kami membawa 2 mobil, dan kebetulan aku ikut dimobil pakdheku. Masih berjalan sekitar 20 menit dari kepanjen dengan tak disanka tiba-tiba mobil pakdheku berhenti seakan - akan mogok dan itu terjadi 3 kali sebel bangett deh waktu itu. Dan parahnya mobil ayahku teringgal dibelakang dan terjadi kecelakaan dengan sepeda motor penduduk sekitar. wah parah bro, tapi alhamdulillahnya cuman bodinya ajah yang sedikit kena goresan. Darisitu aku dan sodara-sodaraku yang cewek-cewek terpaksa harus menunggu pak bengkel yan sedang dicarikan oleh ayahku. Yahhh sekitar satu setengah jam-an lah. Padahal nih yah friend tahun-tahun sebelumnnya itu belem pernah rombonganku mogok sampai yang kayak gini. Tapi dari situ aku bisa ambil makna jiakalau tali persaudaraan yan sudah dijalin erat tak akan mudah terlepas. Seakan-akan ketika ada salah satu dari kita yang terluka pasti salh satu lainnya ikut terluka dan kita tak bisa membiarkannya.

nahh diatas tuh kan udah penuh tulisan nihh yee , ini penggal ceritaku pas liburan... apa ceritamu ? *korbaniklan* lain hari pasti tak sambungg byee .. byee .. ^^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Senangnya Aqiqah di Nurul Hayat

  Senangnya Aqiqah di Nurul Hayat Oleh : Harbatul Ahkam Arrozy   Beberapa pekan lalu, sepupu perempuan dari ayah saya melahirkan seorang anak. Momen kelahiran anaknya tepat sepekan sebelum hari raya Idul Adha. Dan sebagai seorang sepupu, saya dimintai tolong mencarikan kambing untuk aqiqah anaknya yang akan lahir. Akhirnya saya mencari kambing tersebut. Setelah dapat, saya pergi ke rumahnya dan mengabarkan berita tersebut. Sepupu saya senang dengan kambing yang saya dapatkan. Kemudian kami saling bercerita mengenai aqiqah. Sampai akhirnya saya curhat kepada sepupu saya bahwa saya bosan dengan sajian aqiqah berupa gulai dan sate kambing. Menurut saya masih ada olahan lain yang enak selain gulai dan sate kambing. Sepupu saya hanya mengangguk dan saya pamit pulang. Beberapa hari setelahnya, sepupu saya mengadakan aqiqah di rumahnya. Meski telat, tapi saya tetap menghadirinya. Sampai di rumahnya, saya takjub melihat banyak orang yang berkumpul dan bercengkrama dengan...

Kampung Lumbung

Sabtu, 7 Desember 2019 Kampung Lumbung Tinta pena telah mengering Takdir telah menggiring menuju pertemuan pertemuan Salah satunya dipertemukan dengan kalian Tidak pernah terbayang Tiada sesuatu terjadi tanpa ada hikmah Gulir detiknya Degup detaknya Semua berada dalam pengaturanNya Kehidupan adalah pembelajaran Belajarlah sampai keliang lahat Hiduplah bersama mimpi mimpi Gantungkan segala harap padaNya Semoga setiap langkah selalu bersama ridhoNya Dalam menyelami cakrawala hikmah kehidupan Pesma Syajaroh Thoyyibah itu namanya, manusia tidak pernah bisa membaca takdir, yang ada adalah doa, meminta padaNya agar diberikan tempat yang terbaik menurutNya, teman yang baik pula. 7 Oktober 2019 kumulai ceritaku disini. bersama 6 kawan lainnya, mereka adalah Mbak Meha, Elva, Martina, Ayun, Nurul dan Mbak Desi. kami dikumpulkan oleh Allah di tempat ini tiada lain adalah dengan tujuan berdekat dekat dengan Al Quran dan ilmu agama Allah SWT. Menepi sejenak dari kebiasaan ...