Langsung ke konten utama

Train Your Mind To See The Good In Every Situation

Ada nggak yang pernah ngerasa, Ya Allah kenapa aku sih ?

Aku lagi aku lagi ?

Kadang kita diletakkan diposisi yang bikin kita dipuncak all out, capek, lelah, sometimes feeling “wes emboh”

Tapi, amazing nya itu dengan kekuatan “bismillah” tiba – tiba, dengan izinNya tubuh beserta anggotanya auto bangkit, berangkat, takis apapun rintangan didepan.

MasyaALLAH THE POWER of BILLAH ,

Makna simpelnya sih, “bersama Allah” bersama dalam langkah bersama dalam lelah.

Maka seharusnya standart muslim itu harusnya masuk kategori strong people, anti insecure insecure club, pantang menyerah meski gagal dan jatuh berkali kali toh, kita gak akan bener bener jatuh kalau masih punya iman kepada Allah. Pahit manis takdir yang dirasa manusia adalah scenario terbaik menurut Allah untuknya.

Oke guys, jadi aku pengen banget nyampein perasaan aku tentang perjalanan jadi anak pertama yang terlahir dari salah satu keluarga kecil di bumi Allah ini.

It’s been started at 3 years ago,

Aku ditakdir Allah untuk memiliki adek saat aku duduk di bangku kelas 3 SMA. Dan aku sudah remaja kala itu usiaku 18 tahun. Otak dan perasaanku sudah bisa berjalan sebagaimana manusia dewasa menjalani kehidupan. Aku menyaksikan hampir semua proses dari awal kehamilan ibuku yang mual mual, ngidam steak daging, sate padang, dan kebab waktu itu, hamper setiapkeluar kalau pulang aku bawain kebab buat ibu, waktu perut ibu sudah semakin membesar, aku penasaran banget sama wajah si jabang bayi yang ditunggu tunggu apalagi pas sudah bisa menendang – nendang lucu banget bin gemes, sampai tiba pada suatu malam tgl 29 November 2016, kegiatan rutin kami duduk bercengkrama selepas shalat maghrib/ isya sambilmengelus – elus perut ibu dan bercengkrama dengan si dedek yang ada di dalam perutnya, eh pas lagi seru serunya ibu merasa ingin buang air kecil, makin lama tambah banyak eh ternyata ketuban pecah saat bercanda, ayah waktu itu masih di luar mengunjungi pasiennya, tak lama langsung kita bergerak ke rumah sakit dimana tempat ibu bekerja biasanya. Usia ibu waktu itu 39 tahun, sudah masuk zona berbaya jika dipaksa melahirkan secara normal, awaklnya berfikiran untuk operasi tapi Allah berkehendak yang lain yang lebih mulia. Setelah dua kali pindah ruangan, aku memilih untuk beristirahat menemani ibu di rumah sakit sedangkan ayah memilih pulang untuk menyiapkan hal yang lain. Ibu mengalami kontraksi sejak tengah malam, sesekali aku menengoknya yang sedang menahan kesakitan tantpa ada satu orang yang memeganginya karena ayahku dirumah dan tertidur dengan pulas. Pukul 4 aku sudah bangun, kemudian mandi dan bersiap memakai seragam untuk pergi kesekolah karena pada hari itu aku sedang ujian di kelas 12 SMA. Selepas solat subuh berjama’ah dimasjid rumah sakit aku beranjak cepat cepat menuju ruangan bersalin tempat ibuku berada. Sesampainya disanya aku mencoba menghubungi ayahku menggunakan hapeku waktu itu yang bermerek nokia x tanpa ada kuota data didalamnya, sunggu terbatas, aku hanya mampu untuk mengirim pesan singkat, tanpa bisa menelponnya. Aku tunggu dengan cemas dan khawatir yang hebat. Ibu ber teriak sekuat tenaga, keringat berkucuran dimana mana. Aku tak sanggup melihat pemandangan sedemikian rupa, hatiku berdetak kian cepat, pikiranku penuh dengan kekalutan, hingga kakiku tak mampu lagi menopang tubuh, kududukkan diri ini dibalik pintu sambil menyebut nyebut kalimat – kalimatnya yang Agung. Untaian doa tak terhenti, aku mencoba bertahan didalam ruangan tapi aku tak kuasa, meski airmataku tak keluar tapi kehawatiranku lebih besar dari segalanya, dan ayahku tak kunjung datang. Beberapa waktu berselang, adikku terlahir kedunia dengan riang Alhamdulillah, kulit bersih berseri, sekitar pukul 06.00. dan ayahku tak kunjung datang, kala itu betapa geram hati ini kepadanya. Sesampainya ia, langsung kutanya “ayah dari mana aja ?” dengan santai berkata “ayah ketiduran”. Jika boleh aku pukul ia waktu itu, sudah pasti kulakukan tapi akal sehatku masih berfungsi dengan sempurna, melapangkan hati menjadi pilihan. Pada peristwa ini aku mendapat banyak pelajaran, bahwasanya pengorbanan ibu sangatlah besar, orang yang melahirkan itu sakit dan aku tidak mau menjadi bidan, karena tak sanggup melihat orang yang kesakitan apalagi waktu itu yang kesakitan adalah ibuku sendiri. Waktu itu aku sudah kelas 12, jadi harus mempersiapkan pilihan mana yang akan diambil ke jenjang selanjutnya, ayahku terbesit untuk menyuruhku menjadi bidan, tapi sejak awal aku tidak begitu tertarik apalagi setelah kejadian ini, semakin aku tidak mau mengambil jurusan itu.

Time flies, hari hari awal setelah si adek lahir ke dunia. Aqiqohannya digelar pada hari ke 3 di rumah. Aku ikut andil waktu aqiqohan, sampai aku ngajakin beberapa temen SMA buat bantuin dirumah eheh, waktu itu kita ngadain acara sendiri jadi ya harus menghandle secara keseluruhan.

Ujian demi ujian telah usai aku lalui di kelas 12 ini. Dari ujian sekolah hingga ujian ke beberapa instansi seperti snmptn, sbmptn, polinema, IPDN, dan TNI AL. dan qodarullah gagal semua. Selepas itu aku banyak liburan. Sedangkan ibuku, setelah cuti 2 bulan pasca melahirkan telah habis, ia harus kembali ke kantor untuk bekerja. Dan aku, yang menggantikan posisinya dirumah untuk  menjaga adek, disamping ada nenekku. Aku menikmati detik demi detik yang berlalu. Aku sangat mencintainya,yaa adekku. Bermain main, menyuapinya sesendok demi sesendok bubur dan pudding, melihatnya menyunyah potongan buah dengan gusinya, mengoceh bahasa bayi yang tak dimengerti. Sampai pada suatu waktu , Allah hendak mengetuk hati hambanya dengan satu pintasan pikiran “bukan salah kita terlahir diakhir zaman seperti ini dek, semoga Allah melindungi kita dari fitnah dajjal” kemudian mengucurlah airmata takut itu dengan penuh penghayatan memohon perlindungan kepada Ia yang Maha mengatur segalaNya. Kulalui hari hari seperti itu kurang lebih selama 5 bulan lamanya.

Sampai pada awal bulan april 2017, ada hadiah yang Allah selipkan untukku atas semua kegagalan yang kulalui. Sudah lama ibuku berlangganan majalah nurul hayat, mungkin sejak aku duduk di bangku SMP. Aku sedari kecil memang dibiasakan untuk membaca majalah oleh ibu, nah di majalah nurul hayat ini ada rubric judulnya “islam gue banget” terus ada cerpen juga, yaa pada intinya dulu mah gak suka baca yang berat berat, suka nya baca yang kekinian, eh gak senganja beberapa kalimat ini yang keluar dari bibirku waktu itu “nurul hayat ini punyanya siapa sih ? keren banget” yang gak sekali dua kali, hampir setiap bulan aku selalu menunggu nunggu kedatanganya. Seett mari kita sambungkan dengan cerita ibuku selapas melahirkan ya gais. Ibuku mendapat cuti melahirkan selama 2 bulan lamanya, otomatis ada 2 majalah nurul hayat yang tertunda untuk kubaca, setelah ibuku berkerja kembali sekaligus mengambil majalah itu. Sesampainya dirumah disiang bolong aku membuka halaman pertama setelah cover, disana terdapat brosur “Kampus Enterprener Penghafal Quran” hatiku mumbuncah, ada bisikan “disitulah tematmu” setelah melalui istikharah panjang kemana kaki hendak melangkah, diikuti sebuah mimpi, aku melihat taman taman yang ada disurabaya, tamannya mirip taman bungkul, dan aku belajar disana, situasinya kayak disurabaya pokoknya. Keinginanku menghafal qur’an muncul sejak aku kelas 3 SMP, dan Alhamdulillah masih Allah jaga hingga hari itu. Tanggal 13 Mei 2017 adalah waktunya pengumuman hasil sbmptn, jam 15.00 aku mengantri online dan hasilnya namaku merah, ngilu sih, tapi tak banyak bicara langsung gass kutelfon nomor contact person yang ada di brosur kepq tadi. Setelah sebelum sebelumnya dicoba untuk dihubungi ayahku tapi gakbisa, qodarullah ketika hari itu, aku yang menghubunginya sendiri bisa langsung berhasil.

Datanglah bulah ramadhan di tahun 2017, selapas aku baligh yaitu kelas 7 smp, aku selalu menekankan diri untuk mengejar syariat syariat Allah, meskipun yaaaa masih ikut bukber bukber gitu tapi aku tidak pernah mau jika harus merelakan waktu tarawih berjamaah di masjid, aku selalu buru buru dan langsung ke masjid untuk mengerjakannya, aku tidak ingin tarawihku bolong sehari pun. Dan Alhamdulillah aku targetkan setiap ramadhan seperti itu, aku ingin selalu mencatat ceramah yang disampaikan mubalaigh sebelum tarawih dilaksanakan, aku siapkan satu buku yang aku sampul dengan rapi dan aku tulisi ramadhan bersama tahunnya. Aku lupa itu malam keberapa dalam bulan ramadhan tahun 2017, aku merasa kurang nyaman ketika bertarawih dimasjid dekat rumah yang bacaannya kurang pas waktu itu, akhirnya ku memilih untuk sering pergi ke masjid manarul islam yang letaknya agak lebih jauh dari rumah, aku sering kesana pada waktu tarawih dan sholat subuh. Malam itu aku mendengar salah seorang ustad menyampaikan tentang kewajiban muslim terhadap Al Qur’an ada 5 kata beliau, yaitu yang pertama, membacanya, jika belum bisa maka belajarlah tahsin yang baik dan benar, jika sudah bisa yang kedua yaitu menghafalkannya, ketiga mentadabburinya, keempat mengamalkannya, dan kelima mendakwahkannya. Dari situ, di bulan yang paling mulia Allah menurunkan satu hidayahNya “sudah hidup di dunia 18th, tapi buku panduannya aja gak ngerti isinya, apa yang disuruh dan dilarang Allah dalam Al Qur’an”. Maha Suci Allah dengan seluruh firmanNYa. Ternyata tak hanya aku, kedua orangtuaku yang terkaget juga dengan pilihanku yang berbelok arah, Allah sentuh juga dengan hikmahnya yang datang dari sisiNya. Saat ditanyai pilihan jurusan mana yang hendak ku ambil nanti ketika dikepq oleh ayahku aku menjawab “akuntansi aja yah, kan aku ips, blm pernah hafalan juga.” Kemudian ayah menimpali “tahfid aja kak,” kubilang “nanti gak punya gelar” ayah menjawab “gapapa kak, nanti gelarnya menjadi keluarga Allah dimuka bumi”. MasyaAllahTabarakallah. Begitulah Allah yang Maha Baik dalam setiap takdir. Di bulan ini pula aku menjalankan tes di Kepq Surabaya, aku berangkat sendiri sebelum subuh menggunakan kereta api, kemudian naik gojek untuk pertama kalinya sari stasiun Wonokromo menuju Gunung Anyar merogoh kocek sebesar Rp. 16.000. orangtuaku bekerja jadi aku harus menjalani tes sendiri, Alhamdulillah selamat sampai tujuan. Aku sampai sekitar pukul 08.00 Didepan masjid NH, sedangkan tes baru dimulai pukul 09.00, kuputuskan untuk shalat 2 rakaat terlebih dahulu, waktu itu aku salah masuk ke graha masjid dimana ada kelompok setoran menghafal ustadzah Nihlah dan kakak kakak kepq 3, lalu aku naik ke lantai 2 nya, dan melaksanakan shalat dhuha disana. Aku menemui 1sosok ibu yang sedang beri’tikaf disana, beliau menyapa terlebih dahulu “lo dari mana mbak ? sendirian ? mau ngapain” lalu kujawab “iya bu, saya dari Malang, mau tes kepq” beberapa percakapan berselang, aku menceritakan segenap perjalanan yang kulalui agar orangtuaku ridho aku mendaftar di kepq, sebuah pesan yang kuingat dari beliau “insyaAllah di kepq ini dunia dan akhirat mbak”. Disaat itu ibuku sendiri belum 100 persen mendukungku memilih jalan ini, ia masih menginginkanku untuk menjadi aparat negara atau sejenisnya, namun justru Allah datangkan malikat yang lain untuk menapaki jalan hidup ini. Terimakasih Ya Allah atas segala kelembutanMu.

KEPQ adalah anugerah dalam hidupku. Terimaksih Ya Rabb.

Hari hari penuh dengan cahaya ilahi, kulalui di KEPQ. Sangat indah ketika kita dekat dengan Rabb kita, segala urusan terasa mudah.

Sampai tiba waktunya untuk magang. Magang dimulai bulan juli – agustus – September - oktober pada tahun 2018, melewati bulan dzulhijjah yang Alhamdulillah kedua orangtuaku diundang Allah untuk memenuhi panggilanNya, bertepatan saat waktu magangku, sehingga aku meminta ustad untuk meletakkanku di malang agar bisa menjaga adekku yang masih bayi waktu itu. Aku ditemani Ima temanku dari Tuban mengemban tugas di malang, memegang 2 amanah yaitu Hafidz Junior dan PTQ Puri Cempaka Putih. Lesanpuro – sukun – puri . aku mendapat banyak hikmah yaitu dakwah adalah cinta. gak tau kenapa secapek capeknya kalau sudh ketemu anak anak, capeknya hilang. Adekku yang bayi tenru ikut andil kuajak mengitari sebagian malang meski usianya masih kecil saat itu. Belum lagi amanah rumah, memasak dan membersihkannya, juga setoran hafalan kepada bu Nyai yang ada di kacuk. Kalau lelah terasa dalam hati hanya ada satu nama yang bergema “Ya Allah Engkau Maha melihat, Ya Allah Engkau lebih tahu yang terbaik untuk hamba” sambil meratap keatas langit dang menikmati hembusan angina yang menerpa disepanjang jalan kembar.   

Yaaaaaaakkkk begitu lah… kehidupan adalah pembelajaran

Belajar dari semua mata kuliah yang disajikan di universitas kehidupan.

Semua proses itu tidak akan yang sia sia berlalu begitu saja.

Setiap situasi sulit yang kamu hadapi akan selalu punya satu rahasia hikmahNya

Jangan pernah lelah ! apalagi menyesal !

Ketika semua terasa berat, ingatlah Allah punya maksud yang indah didepan sana

Tegakkan 2 sayap indahmu wahai muslimah yaitu SABAR dan IKHLAS, HARAP dan CEMAS.

Teruntuk aku,

Tetaplah kokoh dalam iman selama ditempa untuk menjadi calon ibu yang layak melahirkan anak anak mujahid dan mujahidah di masa depan

Jadilah wanita yang kelak siap digandeng sekalipun harus terjun ke medan perang

Allah tidak akan pernah memberikan beban diluar kesanggupanmu.

Cintamu kepadaNya harus terus dibuktikan

Jangan bilang kamu sudah beriman tapi kami tidak menguji kalian.

YOU ARE STRONGER THAN YOU THINK

 

                                                                                    Catatan 30 Ramadhan 1441


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Senangnya Aqiqah di Nurul Hayat

  Senangnya Aqiqah di Nurul Hayat Oleh : Harbatul Ahkam Arrozy   Beberapa pekan lalu, sepupu perempuan dari ayah saya melahirkan seorang anak. Momen kelahiran anaknya tepat sepekan sebelum hari raya Idul Adha. Dan sebagai seorang sepupu, saya dimintai tolong mencarikan kambing untuk aqiqah anaknya yang akan lahir. Akhirnya saya mencari kambing tersebut. Setelah dapat, saya pergi ke rumahnya dan mengabarkan berita tersebut. Sepupu saya senang dengan kambing yang saya dapatkan. Kemudian kami saling bercerita mengenai aqiqah. Sampai akhirnya saya curhat kepada sepupu saya bahwa saya bosan dengan sajian aqiqah berupa gulai dan sate kambing. Menurut saya masih ada olahan lain yang enak selain gulai dan sate kambing. Sepupu saya hanya mengangguk dan saya pamit pulang. Beberapa hari setelahnya, sepupu saya mengadakan aqiqah di rumahnya. Meski telat, tapi saya tetap menghadirinya. Sampai di rumahnya, saya takjub melihat banyak orang yang berkumpul dan bercengkrama dengan...

Kampung Lumbung

Sabtu, 7 Desember 2019 Kampung Lumbung Tinta pena telah mengering Takdir telah menggiring menuju pertemuan pertemuan Salah satunya dipertemukan dengan kalian Tidak pernah terbayang Tiada sesuatu terjadi tanpa ada hikmah Gulir detiknya Degup detaknya Semua berada dalam pengaturanNya Kehidupan adalah pembelajaran Belajarlah sampai keliang lahat Hiduplah bersama mimpi mimpi Gantungkan segala harap padaNya Semoga setiap langkah selalu bersama ridhoNya Dalam menyelami cakrawala hikmah kehidupan Pesma Syajaroh Thoyyibah itu namanya, manusia tidak pernah bisa membaca takdir, yang ada adalah doa, meminta padaNya agar diberikan tempat yang terbaik menurutNya, teman yang baik pula. 7 Oktober 2019 kumulai ceritaku disini. bersama 6 kawan lainnya, mereka adalah Mbak Meha, Elva, Martina, Ayun, Nurul dan Mbak Desi. kami dikumpulkan oleh Allah di tempat ini tiada lain adalah dengan tujuan berdekat dekat dengan Al Quran dan ilmu agama Allah SWT. Menepi sejenak dari kebiasaan ...

Masa Putih Biru

Bismillahhirrohmaninnirrohimm . Haiiii teman , ini gue AMARILIS CHOIRUN NISA udah pada kenal belumm ?? salah satu membernye anak paski yang gabung di satuan PaSatma atau Paskibra Satwimaba dan salah satu siswi dari 9H anak buahnya Bapak Rony tercinta (guru TIK itu lohhhh) hohoho ... di situ gue yang jadi captain , tau deh ntar tuh kelas mau jadi apa >,< kawan, disini gue mau cerita sedikit pengalaman liburan kemarin, pinginnya sih ngepost yang lain tapi karena disuruh ngepost tentang liburan ya udah lah gapapa yuahh sekalian bai-bagi cerita =D Judulnya Berkumpul Sederhana Dengan Banyak Suka Cita          Berrmula dari hari raya ke2 ku ditahun 2013. Seperti hari raya di tahun - tahun sebelumnya. Ayahku selalu mengajakku untuk pergi kedesa nya mbahku yang udah sepuh-sepuh dari ayahku. namun kali ini ayahku berniat ntuk sekalian pergi ke pantai yang bernama Pasir Panjyang *jenggjengg* katanya nihh pantai itu masih sangat bagus. Yup langsun...