Tulisan ini didedikasikan teruntuk semua yang masih dianugerahi hidupnya hati.
Beruntunglah wahai manusia akhir zaman yang dianugerahi hidupnya
hati
Yang masih berfungsi sebagaimana fitrahnya diciptakan
Dimana bisa membedakan benar dan salah, bisa membedakan mana
dosa dan pahala
Masih terasa nyeri bila dipatahkan
Terasa lapang saat merelakan
Disanalah tempat iman kita tumbuh
Hanya saja kadang kering kerontang meraung kegersangan
akibat jauhnya diri mengingatNya
Kadang pula hitam terjerembab gelap akibat banyaknya noda
noda dosa
Beruntunglah ia yang menyiraminya dengan ibadah hingga tumbuh
subur mengguyup cinta
Zaman ini adalah zaman fitnah, saudaraku
Malam ini benar benar Allah memberiku desir – desir hikmah
tak bersuara
Menyadarkan diri bahwasanya, betapa fitnah akhir zaman di
depan mata merajalela
Dosa dosa ditawarkan murah meriah bak diskon menjelang raya
tiba
Kemunafikan tampak bersahabat dengan alimnya penampilan
Kesyirikan disemarakkan riang gembira dengan arak arakan
berhala tanpa makna
Kekufuran semudah bergantinya malam dan siang
Ya muqollibal qulub tsabit qolbi a’la diiniik
Kenyataan menyayat dada
Sambil terus merajuk memanjatkan doa
Semoga terjaga atas fitnah fitnah keimanan yang terus
menghantam kian dekat dalam genggaman
Naudzubillahimindzalik, lindungi kami dan anak keturunan
kami Ya Allah …
Betapa kita harus bersyukur atas hidupnya segumpal darah
dalam diri kita ini, saudaraku
Teruntuk kalian yang pikiran dan tenaganya disibukkan dengan
dzikir dan hafalan quran, mulialah kalian
Teruntuk kalian yang pikiran dan tenaganya disibukkan dengan
belajar dan berkarya, beruntunglah kalian
Teruntuk kalian yang pikiran dan tenaganya disibukkan dengan
mencari nafkah dan kerja keras guna menyambung kehidupan, beruntunglah kalian
Wahai pemuda… mengertilah bahwasanya segala dosa dimulai
dari lintasan pikiran
Maka dari itu saudaraku,
Betapa agungnya nikmat Allah berupa yang berupa lintasan-
lintasan pikiran ini, kawan
Tidakkah semua yang ada ini dipertontonkan agar kita
meng-EsakanNya, tunduk padaNya, dan menyembahNya
Usia kita takkan terulang
Yang berlalu tak akan pernah kembali
Kita hanya punya 2 pilihan, baik atau buruk untuk dikenang
Kain kafan kita kian hari kian jadi, dirajut benang benang
takdir kematian yang sudah ditetapkan
Iya kalau mati masih lama, kalau besok tiba tiba gak ada,
yakin amalam kita bisa mengantar ke surgaNya ?
Tidak ada alasan untuk tidak menjadi baik mulai sekarang
kawan
Surga Allah seluas bumi dan langit, betapa celakanya mereka yang
tidak masuk ke dalamnya
Mari kita cek posisi kita ada dimana ? dimulai dari keberadaan
iman, lalu orientasi kehidupan, dan akhir yang kita inginkan.
Wa billahi taufiq wal hidayah Wa ridho wal inayah
Ihdinasyirotol mustaqim
Malang, 5 Juni 2020 / 14 Syawal 1441

Komentar
Posting Komentar